0%

Menyiapkan visualisasi 3D…

Data Survei Kesehatan Indonesia 2023

Stunting bukan sekadar tubuh pendek. Ini soal masa depan otak.

1 dari 5 balita Indonesia mengalami stunting β€” kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang memengaruhi tinggi badan, perkembangan kognitif, dan produktivitas seumur hidup. Kabar baiknya: stunting bisa dicegah.

0% prevalensi nasional
0juta balita terdampak
0hari periode emas
Gulir
01 β€” Definisi

Apa itu stunting?

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan. Secara klinis, anak disebut stunting bila tinggi badan menurut umur berada di bawah βˆ’2 standar deviasi dari median Standar Pertumbuhan Anak WHO.

Model 3D interaktif β€” seret untuk memutar
Tinggi normal (median WHO) Stunting (< βˆ’2 SD)

Simulasi selisih tinggi badan

Geser umur anak untuk melihat bagaimana selisih tinggi antara anak dengan pertumbuhan normal dan anak stunting melebar seiring waktu bila tidak diintervensi.

Median WHO 87.1cm
Ambang stunting (βˆ’2 SD) 81.0cm
Selisih 6.1cm

Setelah usia 2 tahun, kehilangan tinggi badan akibat stunting sebagian besar bersifat permanen. Karena itu pencegahan jauh lebih efektif daripada pengobatan.

Mitos

"Anak pendek itu turunan keluarga."

Genetik hanya menyumbang sebagian kecil variasi tinggi anak balita. WHO membuktikan anak dari berbagai etnis yang mendapat gizi dan sanitasi memadai tumbuh dengan pola yang serupa.

Mitos

"Yang penting anak kenyang dan tidak rewel."

Kenyang β‰  bergizi. Makanan tinggi karbohidrat tanpa protein hewani, zat besi, dan zink tetap membuat anak berisiko gagal tumbuh.

Fakta

Stunting memengaruhi kecerdasan.

Kekurangan gizi kronis pada masa emas menghambat pembentukan sinaps otak, berdampak pada nilai sekolah dan potensi penghasilan saat dewasa.

Fakta

Sanitasi sama pentingnya dengan makanan.

Diare berulang dan infeksi usus membuat nutrisi tidak terserap. Air bersih dan jamban sehat adalah bagian dari intervensi gizi.

02 β€” Sebaran

Peta prevalensi 3 dimensi

Setiap batang mewakili satu provinsi. Semakin tinggi dan merah batangnya, semakin besar persentase balita stunting. Arahkan kursor untuk melihat detail.

Seret untuk memutar Β· Scroll untuk zoom
Rendah Tinggi
03 β€” Akar Masalah

Stunting adalah masalah berlapis

Penyebabnya jarang tunggal. Gizi buruk sering merupakan gejala akhir dari rantai panjang: pola asuh, akses layanan kesehatan, sanitasi, hingga kemiskinan.

Rantai sebab-akibat

Ibu kurang giziAnemia & KEK saat hamil
BBLRBayi lahir < 2.500 gram
MPASI tidak adekuatMinim protein hewani
Infeksi berulangDiare & ISPA
StuntingGagal tumbuh kronis
04 β€” Periode Emas

1000 Hari Pertama Kehidupan

Dari hari pertama kehamilan sampai anak berusia 2 tahun. Jendela waktu ini menentukan sebagian besar potensi tumbuh kembang seorang manusia β€” dan tidak bisa diulang.

05 β€” Zat Gizi

Penjelajah gizi molekuler

Pilih zat gizi untuk melihat struktur molekulnya dalam 3D, perannya bagi pertumbuhan, dan dari makanan lokal mana Anda bisa mendapatkannya.

Struktur molekul disederhanakan Β· seret untuk memutar
C6H12O6

Isi Piringku untuk balita

1 porsi sekali makan
  • Makanan pokok β€” β…“ piringNasi, jagung, ubi, kentang, sagu
  • Lauk pauk β€” β…™ piringTelur, ikan, hati ayam, daging, tahu, tempe
  • Sayuran β€” β…“ piringBayam, kelor, brokoli, wortel, kacang panjang
  • Buah β€” β…™ piringPepaya, pisang, jeruk, mangga

Untuk anak 6–23 bulan, protein hewani wajib hadir setiap hari. Telur satu butir per hari terbukti meningkatkan laju pertumbuhan panjang badan pada anak berisiko stunting.

06 β€” Deteksi Dini

Kalkulator status tinggi badan

Hitung skor-Z tinggi badan menurut umur (TB/U) anak berdasarkan Standar Pertumbuhan Anak WHO. Alat skrining edukatif β€” bukan pengganti pemeriksaan tenaga kesehatan.

Jenis kelamin
bulan
Rentang standar WHO untuk balita: 0–60 bulan (0–5 tahun).
cm
Umur < 24 bulan diukur berbaring (panjang badan), β‰₯ 24 bulan diukur berdiri.

Isi data di sebelah kiri untuk melihat posisi anak Anda pada kurva pertumbuhan WHO.

07 β€” Konsekuensi

Dampak yang menjalar seumur hidup

Jangka Pendek
  • Perkembangan motorik terlambatDuduk, merangkak, dan berjalan lebih lambat dari sebayanya.
  • Imunitas lemahLebih sering sakit, sehingga siklus infeksi–gizi buruk terus berulang.
  • Kemampuan kognitif menurunFokus dan daya ingat berkurang sejak masa prasekolah.
Jangka Menengah
  • Prestasi belajar rendahNilai akademik tertinggal, risiko putus sekolah lebih tinggi.
  • Tinggi badan dewasa berkurangKehilangan tinggi pada masa balita sulit dikejar setelahnya.
  • Kebugaran fisik menurunKapasitas kerja fisik lebih rendah pada usia produktif.
Jangka Panjang
  • Produktivitas & penghasilan turunStudi global memperkirakan kehilangan pendapatan hingga ~20% saat dewasa.
  • Risiko penyakit kronisDiabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung di usia dewasa.
  • Stunting antargenerasiIbu yang pendek berisiko melahirkan bayi BBLR β€” siklus berulang.
0% PDB

Perkiraan kerugian ekonomi tahunan akibat stunting di negara berkembang β€” dari biaya kesehatan, penurunan produktivitas, dan hilangnya potensi sumber daya manusia.

08 β€” Aksi

Daftar periksa pencegahan

Centang langkah yang sudah Anda lakukan. Progres tersimpan di perangkat Anda sendiri.

0% langkah pencegahan sudah dijalankan
09 β€” Uji Pemahaman

Seberapa paham Anda soal stunting?

Pertanyaan 1 dari 8 Skor: 0

β€”

10 β€” Pertanyaan Umum

Yang sering ditanyakan

Pencegahan stunting dimulai dari rumah Anda.

Timbang dan ukur anak setiap bulan di Posyandu. Deteksi dini membuat intervensi masih sangat mungkin berhasil.